DPD JOIN Jeneponto, Tak Ada Maaf Bagi Oknum yang Halangi Tugas Jurnalis

samsir, 24 Jun 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

JENEPONTO- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, mengecam keras bagi oknum yang menghalang - halangi tugas Jurnalis.

"Bagi kami, tak ada maaf oknum yang mencoba menghalangi wartawan saat menjalankan tugas, apalagi melakukan kekerasan terhadap jurnalis" kata salah satu anggota pengurus JOIN Jeneponto, Samsir, Senin (24/6/2019).

Menurut dia, tugas seorang wartawan terkait pada kode etik jurnalis yang diatur dalam amanat, UU RI Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Pasal 4 (3) untuk menjamin kemerdekaan Pers. Pers Nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, menyebarluaskan gagasan dan informasi (4). Dalam mempertanggung jawabkan pemberitaan didepan hukum wartawan mempunyai hak tolak.

Olehnya itu, pihaknya sangat menyayangkan jika masih ada segelintiran oknum yang sengaja mencederai demokrasi, khususnya kebebasan pers.

Dilansir, baru-baru ini, kembali terjadi kekerasan jurnalis yang dialami salah satu wartawan, Haerul Tungga. Dimanana kata dia, kendaraan miliknya dilempar saat mejalankan tugas peliputan di Pompengan Tengah, Kabupaten Luwu.

"Ini kan, sangat bertentangan dengan amanat UU pokok pers,"kata dia.

Ia tegaskan, kepada penegak hukum, agar memproses sesuai hukum yang berlaku, oknum yang mencoba mencederai dan merusak demokrasi tentang kebebesan pers, tegas Samsir.

Atas peristiwa tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jurnalis Online Indonesia (JOIN) SulSel, Rifai Manangkasi, angkat bicara mempertegas kembali siapapun oknum yang mencoba menghalangi atau melakukan kekerasan terhadap jurnalis. Tak ada maaf baginya.

Menurut Rifai, peristiwa yang dialami salah satu wartawan di Kabupaten Luwu, ditengarai adik angkat oknum Kepala Desa Pompengan yang diduga terlibat dalam pelemparan kendaraan tersebut.

"Kami harap Kades Pompengan, jangan hanya mengumbar keprihatinan yang tidak dibutuhkan. Sebaiknya Kades tersebut mendorong adik angkatnya yang diduga salah satu pelaku menyerahkan diri dan bertanggungjawab guna prores hukum lebih lanjut," ujar mantan Dewan Kehormatan PWI Sulsel itu.

Diakui Rifai, telah berkomunikasi dengan korban Haerul Tungga dan sepakat tak akan memberi maaf kepada pelaku kekerasan terhadap jurnalis.

"Tak boleh kelerasan verbal hanya ditebus dengan permintaan maaf apalagi hanya memgumbar simpati dengan pernyataan keprihatinan," tegas Rifai lagi.

Dihadapan sejumlah jurnalis, mantan Wakil Rektor salah satu PTS di Makassar berharap agar kasus ini sampai ke meja hijau.

 

Editor : Samsir
PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu