Hadiri Audiensi tentang Tumpukan Enceng Gondok, Wabub Karawang Sarankan Kontraktual Penanganannya Diberikan pada Jajaran Muspika Setempat

INDONESIASATU.CO.ID:

KARAWANG - Terkait permasalahan ecenggondok yang menumpuk di sepanjang aliran irigasi sekunder yang melintas di 5 lima kecamatan yakni Kecamatan Rengasdengklok, Jayakerta, Tirtajaya, Batujaya serta Kecamatan Pakisjaya. Wakil Bupati Karawang H. Ahmad Zamakhsyari hadiri audensi antara Muspika dan aktifis lingkungan, tentang penanganan sampah dan ecenggondok di Aula Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang, Kamis (14/02).

Dalam arahannya pada audensi tersebut Wabup menyampaikan, persoalan sampah yang selama ini di kontraktualkan pada pihak ke tiga, Dirinya meminta jika kedepan tidak adanya perubahan atas pengelolaan sampah, alangkah baiknya jika anggaran kontraktual tersebut diberikan pada jajaran Muspika setempat untuk mengelola.

"Coba kedepan anggaran kontraktual ini, diberikan kepada Camat dan Muspika, agar mereka dapat tanggung jawab, dari pada anggaran ini diberikan kepada orang orang yang sebelumnya mengkritisi DLHK, tiba tiba diberikan kontrak kerjasama pengelolaan sampah, mending kalau hasilnya bagus", ungkap Wabup.

Khusus sampah ecenggondok yang terdapat sepanjang saluran sekunder mulai dari Batujaya sampai Pakisjaya, Wabup menyampaikan persoalan sampah ini tidak bisa hanya sekedar diangkat dari kali dan ditumpuk di pinggir kali, oleh sebab itu Wabup meminta pada Camat setempat untuk mencari orang yang bisa mengelola sampah ecenggondok menjadi barang bernilai ekonomis yang terbuat dari ecenggondok seperti tas, tikar dan lainnya" pintanya.

Terakhir Wabup menyarankan, agar di tahun tahun mendatang, dari anggaran APBD DLHK agar penggunaan APBD tersebut selain digunakan dalam pengelolaan dan pengangkatan sampah, Dirinya meminta agar lebih di intensifkan adanya sosialisasi atau penyuluhan pada masyarakat tentang kesadaran dalam membuang sampah.

"lebih diintensifkan lagi di tahun ini dan kedepannya, adakan sosialisasi sosialisasi atau penyuluhan pada masyarakat agar tidak sembarangan membuang sampai, agar bisa memilah juga mana sampah organik dan non organik, sepertinya kerja DLHK khususnya Bidang Kebersihan akan sedikit terbantu bila volume sampah sedikit berkurang, tentunya hal tersebut akibat dari kesadaran masyarakat yang telah tinggi dalam hal membuangan sampah", imbuhnya.

Sementara itu menurut Kabid Kebersihan Nevi Fatimah, pihaknya akan mengevaluasi kembali kinerja pihak ketiga yang diberikan kontrak kerja pengelolaan sampah di wilayah Rengasdengklok, sampai Pakisjaya. Termasuk saran dari Wabup, kedepan pengelolaan sampah akan dilakukan kerjasama dengan Muspika setempat dan tidak lagi ke pihak swasta

Untuk pengelolaan sampah di sepanjang irigasi Rengasdengklok sampai Pakisjaya, Ia akan mencoba menyelesaikan persoalannya dari wilayah hulu yakni Rengasdengklok, meskipun sebenarnya aliran sungai irigasi sekunder merupakan ranahnya PJT II.

"Saluran irigasi sekunder ini sebetulnya ranah dari PJT II, kalau di daerah ada namanya Waker yang tugasnya untuk saliran tersier, tapi akan kita coba selesaikan masalah ecenggondok ini mulai dari hulu yaitu kita mulai dari wilayah Rengasdengklok dulu", ucapnya. (***)

  • Whatsapp

Index Berita