IDI dan Pemkab Sepakat, RSUD Harus Diisi oleh Dokter yang Sudah Lama Mengabdi di Kabupaten Pangandaran

INDONESIASATU.CO.ID:

PANGANDARAN - untuk pelayanan kesehatan masyarakat, sampai saat ini kabupaten Pangandaran mempunyai 16 dokter PNS ditambah 20 dokter yang baru CPNS. Dan jumlah tersebut tentunya belum seimbang, dibanding dengan jumlah pusat kesehatan masyarakat. (puskesmas)

Demikian dikatakan Bupati Pangandaran H Jeje wiradinata pada awak media seusai menghadiri acara halal bihalal yang diselenggarakan oleh ikatan dokter Indonesia (IDI) Pangandaran di restaurant baralak desa Cikembulan kecamatan Sidamulih pada tgl  (01/07/2019).

Selanjutnya bupati mengatakan, untuk optimalisasi pelayanan, Pemkab Pangandaran akan menyekolahkan 4 dokter pertahun untuk dididik menjadi dokter spesialist dengan anggaran 127 juta, dalam bentuk kuliah dokter spesialist. Selanjutnya kata bupati, semua dokter harus ber KTP pangandaran, begitu juga istri atau suami dokter yang bukan warga Pangandaran harus pindah menjadi warga Pangandaran. Insya Alloh bulan Oktober nanti kita akan minta tambahan dokter ke pusat, ungkap  bupati.

Dikatakan Bupati jika hanya ada dua dokter di satu puskesmas,tentunya tidak ada dokter lain untuk jaga malam, padahal itu penting untuk force majeure, seperti kecelakaan, penyakit jantung atau lainnya.

Disoal kesiapan dokter yang akan mengisi rumah sakit umum daerah (RSUD)Pangandaran, selain sudah koordinasi dengan IDI, menurut bupati, ia juga sudah komunikasi dengan UNPAD bandung untuk melengkapi dokter mayor, seperti penyakit jantung, bedah, anak dan dokter spesialist lainnya.

Dengan bangunan mewah yang menelan anggaran Rp 261 milyar, kita membangun rumah sakit khusus, sehingga dengan anggaran yang besar itu, masyarakat Pangandaran akan merasa nyaman dalam pelayanan kesehatannya, " kata bupati.

Selain dengan anggaran yang besar ini, lanjut bupati, rekrutmen sumber daya manusiapun harus maksimal, karena disamping  peningkatan pelayanan di bidang kesehatan masyarakat, RSUD ini juga akan menjadi pasilitas wisata Jabar selatan. 
Dan kami sudah menganggarkan untuk operasional pertama RSUD ini, Untuk di tahun pertama pada tahun 2020 ini kami telah menganggarkan sebesar Rp 20 milyar. "Pungkasnya.

Masih di tempat yang sama, ketua IDI Pangandaran, Dr Aris membenarkan bahwa jumlah dokter yang ada di kabupaten Pangandaran sebanyak 40 orang.

Terkait pengisian RSUD, menurut Aris, secara tidak langsung pihaknya, kebetulan dimintai membantu oleh direktur RSUD dan bupati untuk mempersiapkan dokter yang akan mengisi RSUD, Seperti diketahui, RSUD Pangandaran merupakan RSUD tipe C, untuk pengisian dokternya, minimal harus 9 orang, " jelas aris.

Aris menambahkan, pihaknyapun sudah mempersiapkan hal tersebut, tapi nantinya bupati akan memprioritaskan dokter-dokter PNS, CPNS dan magang yang sudah lama mengabdi di Pangandaran.

Jika ternyata nantinya ada 20 dokter yang minat, maka kata Aris, pihak RSUD, dinas kesehatan dan bupati pun akan melakukan seleksi 

Mengapa harus oleh dokter yang sudah lama mengabdi? Menurut Aris ini adalah merupakan sebuah penghargaan dari Pemkab Pangandaran pada jasa dokter yang selama ini mengabdikan profesinya untuk masyarakat Pangandaran.

Kecuali nanti ada salah satu dokter yang tidak berminat, maka kita akan lakukan rekrutmen baru. " Pungkas Aris.  ( Anton AS )

  • Whatsapp

Index Berita