wartajabar.co.id, Jakarta – Ketegangan di internal tim Aprilia Racing mulai menjadi sorotan seiring semakin panasnya persaingan gelar MotoGP 2026. Meski tidak pernah disampaikan secara terbuka, muncul anggapan bahwa tim pabrikan asal Italia itu cenderung lebih berharap Marco Bezzecchi keluar sebagai juara dunia dibanding rekan setimnya, Jorge Martin.
Kedua pembalap Aprilia tersebut kini tengah terlibat duel ketat di papan atas klasemen. Selisih poin mereka sangat tipis, membuat setiap seri balapan menjadi penentu penting dalam perburuan gelar musim ini.
Performa Impresif Dua Pembalap Aprilia
Sepanjang musim berjalan, Bezzecchi tampil sangat konsisten. Salah satu momen pentingnya adalah kemenangan di MotoGP Amerika Serikat yang semakin mengukuhkan posisinya di puncak klasemen sementara.
Di sisi lain, Martin juga menunjukkan performa yang tak kalah kuat. Ia sukses mengamankan hasil finis kedua pada seri yang sama, yang membuatnya tetap menempel ketat rekan setimnya dalam perebutan gelar juara dunia.
Bahkan, pada beberapa balapan terakhir, dominasi Aprilia cukup terlihat dengan keberhasilan mereka mengamankan hasil finis 1-2, mempertegas kekuatan motor mereka musim ini.
Isu Preferensi Internal Tim
Di balik kesuksesan tersebut, berkembang rumor bahwa Aprilia memiliki kecenderungan emosional dan strategis untuk mendukung Bezzecchi. Secara resmi, tim menegaskan bahwa tidak ada keberpihakan dan kedua pembalap diperlakukan secara setara.
Namun, situasi menjadi lebih kompleks karena masa depan Jorge Martin di tim tersebut dikabarkan tidak bertahan lama. Ia disebut-sebut akan bergabung dengan Yamaha Factory Racing pada musim berikutnya.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran di internal tim. Jika Martin berhasil menjadi juara dunia, maka ia berhak membawa nomor satu ke tim barunya, sesuatu yang secara historis sangat bernilai bagi pabrikan.
Seorang jurnalis MotoGP menyebut situasi ini sebagai dilema yang sulit dihindari oleh Aprilia.
Menurutnya, meski tidak pernah diakui secara terbuka, hampir semua pihak memahami bahwa tim tentu ingin mempertahankan status juara dunia di dalam struktur mereka sendiri.
Sikap Resmi Tim Tetap Netral
Meski rumor terus berkembang, manajemen Aprilia tetap berusaha menjaga prinsip sportivitas. Kepala tim Massimo Rivola menegaskan bahwa Bezzecchi dan Martin tetap mendapatkan perlakuan teknis yang sama, termasuk spesifikasi motor tanpa perbedaan.
Selain itu, belum ada indikasi bahwa strategi team order akan diterapkan untuk menguntungkan salah satu pembalap. Keduanya masih diberikan kebebasan penuh untuk bersaing selama peluang juara masih terbuka secara matematis.
Namun, Rivola juga tidak menutup kemungkinan bahwa strategi tim bisa berubah apabila situasi klasemen semakin mengerucut menjelang akhir musim.
Perebutan Gelar yang Semakin Ketat
Dengan selisih poin yang sangat tipis serta performa keduanya yang sama-sama stabil, persaingan gelar MotoGP 2026 diperkirakan akan berlangsung hingga seri terakhir.
Kondisi ini bukan hanya menjadi ujian bagi para pembalap di lintasan, tetapi juga bagi Aprilia dalam mengelola dinamika internal tim agar tetap seimbang antara ambisi juara dan profesionalitas.
Jika Bezzecchi mampu mempertahankan konsistensinya hingga akhir musim, Aprilia tidak hanya akan meraih gelar dunia, tetapi juga menjaga “identitas juara” tetap berada dalam lingkungan tim mereka untuk musim berikutnya.






