wartajabar.co.id, Jakarta – Awal musim MotoGP 2026 menunjukkan dominasi tim Aprilia, yang tidak semata-mata karena penggunaan ban belakang Michelin yang lebih keras. Tim Italia ini berhasil meraih tiga kemenangan balapan utama dan satu kemenangan balapan sprint, menempatkan mereka di puncak klasemen sebelum seri Eropa pertama di Jerez akhir bulan ini.
Beberapa pihak, termasuk Marc Marquez dari Ducati, sempat berpendapat bahwa performa RS-GP meningkat berkat ban belakang Michelin yang lebih keras, diperkenalkan pada seri pembuka di Buriram dan Goiania untuk mengatasi tekanan termal tinggi. Pendapat ini terinspirasi dari penampilan gemilang Marco Bezzecchi di GP Indonesia tahun lalu, saat ban dengan konstruksi serupa digunakan.
Namun, bukti di Austin menunjukkan hal berbeda. Bezzecchi berhasil memimpin seluruh putaran grand prix menggunakan ban Michelin standar, yang menegaskan bahwa performa Aprilia lebih dipengaruhi oleh kualitas motor daripada ban semata. Menurut Piero Taramasso dari Michelin, tim Aprilia unggul karena inovasi teknis pada motor mereka, bukan karena faktor eksternal.
Sementara itu, meski Aprilia melakukan peningkatan besar pada RS-GP selama musim dingin, Ducati justru tampak stagnan. Hal ini menciptakan kesenjangan performa yang cukup terlihat antara kedua pabrikan Italia tersebut di awal musim. Ducati masih kesulitan memaksimalkan potensi ban Michelin, di mana juara dua kali Francesco Bagnaia menghadapi degradasi ban yang cukup signifikan di GP AS. Taramasso mengakui bahwa performa Ducati sempat terhambat oleh penggunaan ban belakang yang berlebihan, tetapi optimis bahwa tim akan kembali kompetitif di GP Spanyol.
Selain itu, kondisi fisik Marc Marquez juga menjadi faktor. Gaya berkendaranya yang belum sepenuhnya mulus menunjukkan pemulihan yang masih berjalan. Jeda sebelum seri Jerez diharapkan bisa membantunya pulih, sekaligus memberi waktu bagi Ducati untuk menemukan solusi teknis yang diperlukan.
Dengan kombinasi inovasi motor, strategi tim, dan kesiapan fisik pebalap, jelas bahwa keunggulan Aprilia bukan hanya soal ban, tetapi hasil dari kerja menyeluruh di berbagai aspek.






