wartajabar.co.id, Jakarta – Kuala Lumpur – Ganda putri Malaysia, Go Pei Kee, dipastikan tidak akan kembali bergabung dengan Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM), meskipun sebelumnya ada peluang baginya untuk reconsider. Keputusan ini menandai salah satu contoh terakhir pemain yang meninggalkan tim nasional tanpa konsekuensi yang jelas.
Ketua Komite Kinerja BAM, Datuk Seri Lee Chong Wei, mengonfirmasi bahwa Go Pei Kee memilih untuk tidak kembali setelah mengundurkan diri menjelang Tahun Baru Imlek beberapa waktu lalu. Meski begitu, Chong Wei tetap membuka pintu dan bahkan sempat bertemu dengannya dua minggu yang lalu untuk memberi kesempatan mempertimbangkan keputusan tersebut.
Sebelum memutuskan pergi, Go Pei Kee bermain bersama Teoh Mei Xing, namun ia memilih keluar karena hasil yang tidak memuaskan. “Pei Kee telah menegaskan keputusannya dan tidak akan kembali ke tim nasional,” ujar Chong Wei.
BAM kini tengah menyiapkan struktur kontrak baru yang dirancang untuk melindungi investasi mereka terhadap para pemain. Aturan ini akan membuat proses keluar-masuk tim menjadi lebih ketat, memastikan bahwa setiap pemain hanya dapat meninggalkan tim dengan alasan yang sah.
Selama ini, beberapa pemain yang dibina sejak usia dini di bawah BAM kerap meninggalkan tim tanpa kompensasi atau sanksi, sehingga badan nasional ingin menutup celah tersebut.
Lee Chong Wei menambahkan, proposal kontrak baru telah diajukan kepada Presiden BAM, Tengku Datuk Seri Zafrul Abdul Aziz, untuk mendapatkan persetujuan. Aturan yang disepakati diharapkan memberikan manfaat bagi kedua pihak: pemain dan BAM.
Selain Go Pei Kee, pemain yang sebelumnya meninggalkan tim nasional termasuk mantan juara All England, Lee Zii Jia, serta mantan juara dunia junior, Goh Jin Wei.






