wartajabar.co.id, Jakarta – Dubai – Kabar terbaru dari dunia bulu tangkis menunjukkan situasi serius bagi Viktor Axelsen. Menurut laporan media Malaysia, Dr. Zebitz, yang telah merawat Axelsen selama bertahun-tahun, menyampaikan bahwa peluang pemain asal Denmark ini untuk kembali bersaing di level tertinggi tampak suram.
Axelsen sebelumnya menjalani operasi punggung setelah tampil di ajang All England Open pada Maret tahun lalu. Setelah enam bulan pemulihan, ia kembali berlaga namun hanya mampu mengikuti empat turnamen sebelum cedera kembali kambuh, memaksanya untuk menepi lagi.
Dr. Zebitz menegaskan bahwa cakram tulang belakang Axelsen mengalami herniasi ulang. Ia menyatakan, “Kambuhnya cedera punggung ini sangat serius. Ini adalah cedera lama yang menumpuk selama bertahun-tahun dan tampaknya semakin parah.”
Menurut dokter bedah saraf yang menangani kasus ini, kondisi cakram intervertebralis Axelsen mengalami prolaps lagi, sehingga prospek pemulihan secara kompetitif tidak begitu menjanjikan.
“Kambuhnya cedera punggungnya sangat memprihatinkan. Ini memperparah cedera yang sudah ada sebelumnya akibat keausan bertahun-tahun. Saya telah berbicara dengannya, dan meski tidak bisa memberikan prediksi spesifik, situasinya saat ini kurang optimis,” tambah Dr. Zebitz.
Ia juga menekankan bahwa operasi lebih lanjut tidak dianjurkan demi kualitas hidup Axelsen di masa depan. “Viktor perlu memikirkan hidupnya di luar bulu tangkis. Ada banyak hal lain yang harus diprioritaskan selain kembali bertanding.”
Di sisi lain, dunia bulu tangkis baru-baru ini juga kehilangan salah satu legenda Eropa. Carolina Marin, pemain tunggal putri dengan rekor kemenangan terbanyak, mengumumkan pengunduran dirinya. Marin dikenal sebagai sosok yang mengubah standar permainan bulu tangkis, menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.
Dari negara di mana bulu tangkis bukan olahraga utama, Marin berhasil menorehkan sejarah dengan prestasi yang mengesankan, membuktikan bahwa dedikasi dan mentalitas juara dapat mengatasi segala keterbatasan.






