wartajabar.co.id, Jakarta – Berita tenis: Daniil Medvedev harus menelan hasil pahit di Monte Carlo Open musim 2026 setelah tak mampu meraih satu gim pun ketika berhadapan dengan Matteo Berrettini.
Untuk pertama kalinya dalam karier profesionalnya, mantan petenis peringkat satu dunia itu kalah dengan skor mencolok 0-6, 0-6. Hasil tersebut menjadi salah satu penampilan terburuknya sejak ia bekerja sama dengan pelatih barunya musim ini. Usai pertandingan, Medvedev akhirnya memberikan komentar kepada media Rusia, Bolshe, mengenai performanya yang jauh dari harapan.
“Sejujurnya, setiap musim hampir sama saja. Saat latihan di lapangan tanah liat, saya memang bukan yang terbaik, tapi biasanya saya tidak kalah 0-6, 0-6. Saya sendiri juga tidak benar-benar paham apa yang terjadi,” ujar Medvedev.
Ia juga mengaku kesulitan mengontrol permainan sepanjang laga. “Saya tidak bisa mengendalikan bola sama sekali, bahkan servis pun tidak jalan. Padahal saat latihan servis saya bagus, jadi saya juga bingung apa yang sebenarnya terjadi. Sepertinya memang tidak ada yang bisa diubah saat itu,” lanjutnya.
Dalam pertandingan tersebut, performa servis petenis peringkat 10 dunia itu memang sangat buruk. Ia hanya mampu memasukkan sekitar 36 persen servis pertama saat menghadapi petenis asal Italia tersebut.
Pemenang US Open 2021 itu juga ditanya mengenai upaya yang ia lakukan untuk membalikkan keadaan di tengah pertandingan yang berat.
“Jujur saya sendiri tidak tahu harus melakukan apa. Rasanya sulit mencoba apa pun karena mungkin saya bahkan tidak bisa melakukan lebih dari dua pukulan dalam satu reli,” ungkapnya.
“Bisa saja bermain agresif atau bertahan, tapi kalau bola saja tidak masuk ke lapangan, semuanya jadi tidak berarti. Saya benar-benar tidak menemukan alasan atas performa ini,” tambahnya.
Petenis berusia 30 tahun itu mengakui dirinya memang tidak tampil baik, namun masih ragu bagaimana harus memaknai kekalahan tersebut.
“Saya juga tidak tahu apakah saya perlu mencari penyebab kekalahan ini atau justru melupakannya dan fokus ke turnamen berikutnya,” katanya.
“Biasanya, kekalahan 6-3, 6-3 masih bisa dianalisis apa yang kurang. Tapi kalau 0-6, 0-6, rasanya hampir semua aspek salah,” lanjutnya.
Selanjutnya, Medvedev dijadwalkan tampil di turnamen Masters 1000 Madrid Open di Spanyol, dengan harapan bisa segera menemukan kembali ritme terbaiknya di musim lapangan tanah liat.
Dikenal memiliki hubungan yang kurang bersahabat dengan permukaan clay-court, Medvedev memang lebih sering kesulitan di jenis lapangan ini dibandingkan hard court. Sepanjang kariernya, ia baru mengoleksi satu gelar di clay, yaitu saat menjuarai Italian Open pada musim 2023 setelah mengalahkan Holger Rune di partai final.
Namun, pencapaian tersebut kini terasa seperti kenangan lama. Kini, tinggal menunggu apakah Medvedev mampu bangkit dari keterpurukan di Monte Carlo dan memperbaiki performanya di turnamen berikutnya pada musim ini.






