wartajabar.co.id, Jakarta – Ducati mengakui posisinya sebagai salah satu pabrikan terdepan di MotoGP mulai mendapat tantangan serius dari Aprilia, namun tetap optimis peluang meraih gelar juara masih terbuka. Kemenangan Marco Bezzecchi di Grand Prix Amerika Serikat akhir pekan lalu menegaskan bahwa Aprilia kini menjadi pesaing kuat dengan performa motor yang sangat kompetitif.
Meskipun Aprilia telah konsisten meraih kemenangan sejak paruh kedua musim lalu, Ducati sempat menunjukkan keunggulan tertentu. Faktor seperti absennya Marc Marquez di akhir musim 2025 serta kemenangan Aprilia di dua seri awal 2026 di Buriram dan Goiania dengan ban belakang khusus dari Michelin menjadi titik perhatian.
Namun dominasi Bezzecchi di Austin dengan kondisi yang lebih normal menunjukkan bahwa keseimbangan kekuatan kini cenderung menguntungkan Aprilia. Menurut manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, dalam 12 bulan terakhir pengembangan Ducati tertinggal dibanding Aprilia, sehingga para pembalapnya harus bekerja lebih keras di setiap balapan.
“Performa Aprilia meningkat dengan sangat signifikan,” kata Tardozzi kepada Sky Italy. Data analisis menunjukkan bahwa Aprilia mengalami lonjakan performa yang luar biasa, sedangkan Ducati hanya melakukan peningkatan yang terbatas. Meski begitu, Tardozzi percaya bahwa dengan inovasi dan pembaruan teknis, Ducati mampu mengejar ketertinggalan, terutama menjelang seri Jerez.
Setelah tiga balapan pertama musim ini, Aprilia memimpin klasemen kejuaraan dengan jarak aman, sementara Ducati berjuang mempertahankan posisi kedua dari tekanan KTM. Fabio di Giannantonio menjadi pembalap Ducati dengan posisi terbaik di klasemen, masih di belakang duo Aprilia dan Pedro Acosta dari KTM.
Kondisi fisik Marquez yang belum sepenuhnya pulih dari cedera di Indonesia, serta beberapa faktor tak terduga seperti pecah ban di Thailand, juga mempengaruhi performa tim. Meski demikian, Ducati optimis dapat kembali bersaing di kejuaraan dengan menyuguhkan paket motor terbaik bagi pembalapnya.
Marquez, meski masih dalam proses pemulihan, sempat menunjukkan kecepatan yang menjanjikan di Austin. Tardozzi menekankan bahwa saat kondisi Marquez prima, ia mampu menunjukkan performa sebagai salah satu pembalap terdepan. Ducati berharap bisa meningkatkan kemampuan motor dan menantang dominasi Aprilia serta tim lainnya di seri-seri berikutnya.
Subtitle
Ducati Tetap Optimis Meski Aprilia Memimpin di Awal Musim MotoGP
Tag
Ducati, Aprilia, MotoGP 2026, Marco Bezzecchi, Marc Marquez, Davide Tardozzi, Grand Prix Amerika, Kejuaraan MotoGP, Balap Motor, Persaingan MotoGP
Topik
Perkembangan MotoGP, Persaingan Ducati vs Aprilia, Kondisi Pembalap Ducati, Analisis Performa Motor, Strategi Tim MotoGP






