wartajabar.co.id, Jakarta – Dunia MotoGP kembali menyorot performa Francesco Bagnaia di musim 2026. Mantan juara dan pembalap, Carlos Checa, menilai bahwa Bagnaia saat ini sudah jauh dari level terbaiknya.
Penampilan Bagnaia memang sempat menunjukkan kebangkitan di GP Amerika Serikat. Ia finis di posisi kedua pada sprint race, tetapi performanya menurun di balapan utama hingga hanya mampu menutup lomba di posisi ke-10.
Fenomena ini cukup mengejutkan, mengingat dominasi Bagnaia di musim 2022 hingga 2024. Dalam kurun waktu tersebut, pembalap Ducati ini berhasil meraih 25 kemenangan dari 59 balapan, mencetak rekor impresif dan menegaskan statusnya sebagai salah satu rider papan atas.
Namun tren positif itu kini mulai memudar. Dari 25 balapan terakhir, Bagnaia hanya meraih dua kemenangan saja. Konsistensi yang sebelumnya menjadi kekuatan utamanya juga mulai hilang; ia belum berhasil meraih podium berturut-turut sejak pertengahan musim lalu.
Carlos Checa menilai penurunan ini cukup signifikan. Ia menyarankan agar performa Bagnaia saat ini dinilai berdasarkan standar terbaru, bukan masa kejayaan sebelumnya.
“Jika dibandingkan dengan saat ia memimpin klasemen dunia, jelas terlihat perbedaan yang cukup besar. Saat ini, inkonsistensi menjadi masalah utama,” ujar Checa.
Checa menambahkan, meski Bagnaia memulai balapan Amerika dengan agresif dan posisi awal yang baik, penurunan di putaran akhir menandakan ada masalah mendasar yang belum terselesaikan. Salah satunya adalah isu degradasi ban belakang, masalah yang juga muncul pada musim sebelumnya.
Situasi ini membuat posisi Bagnaia dalam persaingan internal Ducati semakin menurun. Dari enam pembalap yang menggunakan motor pabrikan Italia tersebut, ia kini berada di peringkat keempat dari segi performa.
Di sisi lain, kabar bahwa Aprilia dikabarkan telah mengamankan kontrak Bagnaia untuk musim 2027 menjadi sorotan tersendiri. Langkah ini dianggap berisiko mengingat ketidakstabilan performa sang pembalap saat ini.
Meski begitu, perubahan tim bisa menjadi kesempatan bagi Bagnaia untuk menemukan kembali performa puncaknya. Jika tidak, kritik yang menyebut kesuksesan masa lalunya lebih dipengaruhi oleh kualitas motor Ducati mungkin akan semakin menguat.






