wartajabar.co.id, Jakarta – Ketegangan muncul antara Gresini Racing dan Ducati menjelang musim MotoGP 2027. Pemilik tim, Nadia Padovani, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan pabrikan memaksakan keputusan perekrutan pembalap, termasuk Nicolo Bulega.
Bursa transfer pembalap untuk MotoGP 2027 menghadirkan dinamika baru. Ducati dikabarkan berencana memindahkan Fermin Aldeguer dari Gresini ke VR46, sementara Alex Marquez juga disebut akan bergabung dengan KTM. Situasi ini membuat Gresini harus mencari dua pembalap baru untuk musim mendatang.
Dalam rencana awal Ducati, Nicolo Bulega disebut sebagai kandidat yang akan ditempatkan di Gresini. Namun, Padovani menolak opsi ini jika tidak sesuai dengan kebutuhan tim. Ia menegaskan bahwa keputusan mengenai siapa yang akan membalap di Gresini sepenuhnya berada di tangan tim, bukan pabrikan.
Gresini disebut telah menyiapkan strategi sendiri untuk musim 2027. Beberapa nama yang muncul sebagai kandidat pengganti Aldeguer dan Marquez antara lain Enea Bastianini dan Daniel Holgado. Selain itu, Padovani juga terbuka terhadap kemungkinan mendatangkan pembalap besar, asalkan sesuai dengan visi tim.
Di sisi lain, situasi ini membuat langkah Bulega untuk naik ke MotoGP semakin sulit. Pembalap Ducati di ajang World Superbike ini tengah menunjukkan performa gemilang dan mengincar kesempatan di kelas utama. Namun, dengan kursi tim pabrikan penuh dan VR46 kemungkinan memilih Aldeguer, Gresini menjadi satu-satunya opsi realistis bagi Bulega. Penolakan Padovani otomatis menjadi hambatan besar bagi ambisinya.
Meski begitu, performa Bulega tetap mengesankan. Ia memulai musim 2026 di World Superbike dengan dominasi penuh, memenangkan dua seri pertama secara berturut-turut. Pencapaian ini semakin menegaskan kemampuannya, meski jalannya menuju MotoGP kini lebih menantang.
Kasus ini menyoroti bahwa persaingan dalam dunia MotoGP tidak hanya terjadi di lintasan, tetapi juga di balik layar, terutama dalam menentukan masa depan pembalap muda berbakat.






