wartajabar.co.id, Jakarta – Kembalinya Jorge Martin ke ajang MotoGP menjadi sorotan utama penggemar balap motor, meski pembalap Aprilia itu mengaku belum mencapai performa maksimalnya. Musim 2025 yang penuh rintangan membuat Martin hanya bisa menyelesaikan empat balapan, dan cedera yang belum sepenuhnya pulih memaksanya menjalani dua operasi tambahan sebelum kembali ke lintasan.
Awal musim 2026 terasa menantang bagi Martin, terutama setelah ia absen di sesi tes Sepang. Namun, penampilannya di lintasan membuktikan banyak pihak keliru meragukannya. Di Buriram, ia berhasil finis ganda di posisi lima besar, dan di Grand Prix Brasil akhir pekan lalu, Martin mencatatkan hasil yang mengesankan. Memulai akhir pekan dengan performa latihan yang solid, ia mampu meraih posisi ketiga di sesi sprint, podium pertamanya sejak kemenangan di 2024.
Meskipun Martin kehilangan momentum di putaran awal untuk menyaingi Bezzecchi, aksinya menyalip duo Ducati, Marc Marquez dan Fabio di Giannantonio, mengingatkan kembali pada masa kejayaannya di Pramac. Bagi Martin, podium ini menjadi bukti kerja kerasnya selama berbulan-bulan pasca cedera tulang selangka di GP Jepang bulan September lalu.
“Selama lima setengah bulan, saya fokus sepenuhnya pada pemulihan dan latihan. Saya tidak melewatkan satu hari pun dari diet saya. Ini adalah hasil dari kerja keras. Memang benar, kerja keras berbuah manis,” kata Martin usai balapan.
Masih Beroperasi di Kapasitas 95%
Martin memulai musim 2026 dengan awal yang menjanjikan bersama Aprilia, di mana motor RS-GP tampil sebagai salah satu yang tercepat di Buriram dan Goiania. Meski hanya menjadi pembalap Aprilia ketiga terbaik di Thailand, di Brasil ia berhasil mendekati rekan satu timnya, Bezzecchi. Saat ini Martin menilai dirinya baru beroperasi sekitar 95% dari kondisi maksimal, dan memerlukan waktu setidaknya sebulan lagi untuk mencapai performa penuh.
“Di Thailand saya merasa sekitar 85%, sekarang mungkin 95%. Masih ada sedikit kendala di tangan dan bahu, tapi yang paling terasa adalah kurangnya feeling dengan motor Aprilia,” ujar Martin.
Belum Menjadi Penantang Gelar
Meski hasil podium di Brasil menempatkan Martin di posisi kedua klasemen sementara, hanya terpaut sembilan poin dari pemimpin Bezzecchi, ia menegaskan bahwa saat ini ia bukan penantang gelar. Martin merasa masih banyak yang harus dipelajari terkait karakter motor Aprilia dan konsistensi di setiap balapan.
“Saya masih butuh banyak lap bersama Aprilia. Marco dan motornya seolah menyatu sempurna. Saya harus mencapai level itu dulu,” jelas Martin.
Dukungan Penuh Aprilia
CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, tetap memberikan kepercayaan penuh kepada Martin setelah serangkaian hasil positif yang diraih pembalap asal Spanyol itu. Rivola, yang memainkan peran penting dalam menarik Martin ke tim setelah ia tidak dipromosikan ke tim pabrikan Ducati, yakin sang pembalap akan terus mengejutkan penggemar.
“Saya tidak mau bilang terkejut, karena dia sudah dua kali juara dunia. Tapi akhir pekan ini sangat emosional—dua podium dengan penampilan yang solid,” kata Rivola.






