wartajabar.co.id, Jakarta – Dalam ajang Liga Inggris, Kiernan Dewsbury-Hall mengungkapkan tekanan mental yang dialaminya akibat larangan bermain karena akumulasi kartu kuning. Gelandang Everton berusia 27 tahun itu mengatakan sempat kehilangan waktu tidur karena terus memikirkan keputusan wasit yang dianggap kontroversial.
Sejak didatangkan dari Chelsea pada musim panas lalu, Dewsbury-Hall langsung menjadi andalan Everton. Pemain ini telah mencetak enam gol, termasuk gol penting yang membawa timnya meraih kemenangan bersejarah atas Manchester United di Old Trafford, meski Everton hanya bermain dengan 10 pemain.
Sayangnya, catatan disiplin Dewsbury-Hall menimbulkan sorotan. Ia menerima lima kartu kuning dalam lima pertandingan berturut-turut, sehingga memecahkan rekor sebagai pemain yang paling cepat menjalani suspensi akibat akumulasi kartu di Premier League.
Beberapa keputusan wasit yang menimpa Dewsbury-Hall pun menuai kontroversi. Dalam sesi tanya jawab di Reddit, ia menyatakan kebingungan atas dua kartu terakhir yang diterimanya.
“Salah satu dari dua kartu terakhir itu seharusnya tidak diberikan. Saat mengambil tendangan bebas cepat melawan Liverpool, jarang pemain mendapat kartu untuk hal seperti itu,” ujar Dewsbury-Hall.
Ia juga membahas kartu kuning kelima yang memicu larangan bermain.
“Kartu kelima paling menyakitkan. Itu tekel bersih di menit ke-94, saya merebut bola dengan sempurna, dan pemain lawan pun mengakui hal itu,” lanjutnya.
Dewsbury-Hall menambahkan bahwa pengalaman tersebut sangat memengaruhi kondisi mentalnya.
“Keputusan itu benar-benar menyulitkan, bahkan membuat beberapa malam saya susah tidur,” katanya.
Selain membahas disiplin di lapangan, gelandang asal Inggris ini juga memberi komentar ringan tentang rekan setimnya. Ia memuji kemampuan Michael Keane dalam menembak.
“Teknik Michael Keane luar biasa. Kaki kanan dan kirinya sama kuat, tembakannya sangat presisi,” jelasnya.
Di sisi personal, Dewsbury-Hall juga berbagi beberapa kebiasaan dan kesukaannya. Ia menyukai musik sebagai hiburan dan tak jarang menikmati makanan cepat saji.
“Saya suka burger besar yang juicy, atau kadang McDonald’s. Tidak terlalu sering, tapi rasanya sangat memuaskan,” tuturnya.






