wartajabar.co.id, Jakarta – Dalam berita Liga Inggris terbaru, mantan bek sayap Newcastle United, John Anderson, menilai bahwa publik di St James’ Park masih merindukan kehadiran Alexander Isak. Ia juga menyoroti bagaimana saga transfer Isak tahun lalu berdampak pada persiapan tim di bursa transfer musim panas.
Isak, yang bermain untuk tim nasional Swedia, pindah ke Liverpool pada September 2025 dengan kontrak enam tahun, dalam transfer yang memecahkan rekor Inggris senilai £125 juta.
“Tak ada yang bisa menyangkal bahwa kehilangan Alexander Isak sangat berpengaruh bagi kami,” ungkap Anderson kepada BBC Radio Newcastle. “Dia bukan hanya pencetak gol, tapi juga pembuka peluang bagi rekan-rekannya dengan kecepatannya dan kemampuan mengecoh bek lawan.”
Anderson menambahkan, keputusan Newcastle menahan Isak hingga akhir jendela transfer musim panas dinilai kurang tepat karena klub kehilangan waktu untuk menyesuaikan strategi tanpa bintang utama mereka.
“Upaya mempertahankan dia berlangsung terlalu lama, sehingga klub tidak punya cukup waktu untuk merekrut pemain pengganti yang diinginkan,” jelasnya.
Meskipun Newcastle mencoba mendatangkan pemain baru, sebagian target mereka memilih pergi ke klub lain. Sebagai gantinya, tim mendatangkan Nick Woltemade dan Yoane Wissa, yang menurut Anderson memiliki gaya bermain berbeda dibanding Isak. “Alexander Isak memiliki kemampuan unik untuk menciptakan peluang, sesuatu yang sulit digantikan,” pungkasnya.






