wartajabar.co.id, Jakarta – Setelah jeda internasional, performa Real Madrid justru menunjukkan penurunan yang cukup tajam dan mengejutkan. Situasi ini menjadi kontras besar dibandingkan periode sebelumnya, ketika mereka sempat mencatat lima kemenangan beruntun yang kembali mengangkat kepercayaan diri tim di kompetisi domestik maupun Eropa.
Namun, momentum positif tersebut berubah drastis. Dalam tiga laga terakhir, Los Blancos harus menelan kekalahan beruntun dari RCD Mallorca, FC Bayern Munich, dan Girona FC. Hasil tersebut membuat peluang mereka di La Liga semakin menipis, sekaligus menempatkan mereka dalam situasi sulit di kompetisi Eropa.
Sebelum penurunan ini terjadi, beberapa pihak di internal tim termasuk Álvaro Arbeloa sempat mengingatkan bahwa jeda internasional bisa mengganggu ritme positif yang sedang dibangun. Kekhawatiran tersebut kini terbukti, karena setelah jeda, Madrid terlihat kehilangan konsistensi permainan, kepercayaan diri, serta stabilitas di setiap lini.
Jika sebelumnya Real Madrid tampil meyakinkan—termasuk dalam laga-laga penting seperti hasil imbang melawan Manchester City dan pertandingan derbi—kini situasinya berubah. Tim tampak kesulitan menjaga intensitas, sementara alur serangan menjadi kurang tajam. Kehadiran pemain kunci seperti Vinícius Júnior dan kondisi Kylian Mbappé yang tidak sepenuhnya ideal turut memengaruhi produktivitas tim di lapangan.
Memasuki fase krusial musim ini, posisi Madrid menjadi semakin tertekan. Di La Liga, jarak dengan pesaing semakin sulit dikejar, sementara di Liga Champions mereka berada dalam situasi genting dan membutuhkan hasil besar untuk tetap bertahan. Laga tandang ke Munich melawan FC Bayern Munich pada pertengahan pekan ini akan menjadi ujian paling berat bagi skuad asuhan Arbeloa.
Pertandingan tersebut dipandang sebagai titik penentuan. Harapan untuk melakukan comeback masih ada, tetapi lebih banyak dianggap sebagai dorongan mental daripada berdasarkan konsistensi performa yang terlihat saat ini. Inkonsistensi sepanjang musim membuat publik mulai meragukan kemampuan tim untuk bangkit di momen-momen penting.
Jika hasil buruk kembali terjadi di Munich, maka bukan tidak mungkin musim ini akan berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan. Situasi tersebut akan menjadi pukulan besar bagi Real Madrid, yang beberapa pekan lalu masih terlihat berada di jalur positif sebelum akhirnya kembali terpuruk di periode krusial musim.






