wartajabar.co.id, Jakarta – Kuala Lumpur – Pelatih nasional Malaysia, Rosman Razak, menegaskan bahwa Pearly Tan dan M Thinaah harus melewati tantangan berat dari empat pasangan elite dunia untuk meraih gelar Kejuaraan Bulu Tangkis Asia (BAC) 2026 di Ningbo pekan depan, yang akan menjadi gelar pertama mereka di ajang ini.
Empat pasangan yang menjadi perhatian utama Rosman antara lain: pasangan nomor 1 dunia asal Tiongkok, Liu Sheng Shu / Tan Ning; pasangan nomor 4 dunia dari Tiongkok lainnya, Jia Yi Fan / Zhang Shu Xian; pasangan peringkat 3 dunia asal Korea Selatan, Baek Ha Na / Lee So Hee; serta pasangan Jepang peringkat 6 dunia, Mayu Matsumoto / Yuki Fukushima. Semua pasangan ini dianggap mampu menghentikan langkah Malaysia menuju gelar juara Asia.
“Ancaman terbesar bagi Pearly-Thinaah jelas datang dari pasangan papan atas—Korea, dua pasangan Tiongkok, dan Jepang,” ujar Rosman saat ditemui di Academy Badminton Malaysia, Jumat lalu.
Ia menambahkan, “Pertandingan melawan mereka selalu ketat, dengan momentum yang sering berubah sepanjang laga. Meski begitu, kami sudah menyiapkan strategi matang untuk turnamen ini. Kami berharap Pearly-Thinaah bisa menampilkan performa terbaik dan meraih hasil memuaskan.”
Rosman menekankan pentingnya fokus pada proses. “Ekspektasi memang tinggi, tapi yang utama adalah menjalani setiap pertandingan dengan konsentrasi penuh dan menekankan kualitas permainan sehari-hari,” katanya.
Dari catatan pertemuan sebelumnya, Sheng Shu/Tan Ning tetap menjadi lawan yang paling sulit dengan rekor head-to-head 10-3 melawan Pearly/Thinaah. Selain itu, pasangan Malaysia juga menghadapi kesulitan melawan tiga pasangan lainnya.
Matsumoto-Fukushima pernah menyingkirkan Pearly/Thinaah di semifinal World Tour Finals di Hangzhou Desember lalu, sementara Ha Na/So Hee menang atas mereka di semifinal All England. Sementara itu, pertemuan dengan Yi Fan-Shu Xian menunjukkan Pearly/Thinaah tertinggal 5-2.
Dengan posisi unggulan kedua, Pearly/Thinaah berpotensi menghadapi Matsumoto-Fukushima atau Yi Fan-Shu Xian di semifinal, sebelum kemungkinan bertemu Sheng Shu-Tan Ning di babak final.
Turnamen ini dimulai dengan pertandingan babak pertama melawan pasangan Hong Kong peringkat 50 dunia, Fan Kah Yan / Yau Mau Ying.
“Undian tidak berbeda jauh dengan turnamen lainnya. Fokus utama tetap pada permainan sendiri,” ujar Rosman.
Ia menambahkan, “Hasil pertandingan sangat tergantung pada pengambilan keputusan dan adaptasi kondisi lapangan. Kami akan melakukan penyesuaian jika diperlukan.”
Pearly Tan / M Thinaah memulai 2026 dengan hasil positif, termasuk meraih gelar di Indonesia Masters Januari lalu. Namun, pencapaian di Kejuaraan Asia akan sangat bergantung pada kemampuan mereka menaklukkan empat pasangan papan atas dunia.






