wartajabar.co.id, Jakarta – Toprak Razgatlioglu, pembalap Pramac Yamaha, mengungkapkan kesulitan yang dialaminya dalam menyesuaikan diri di ajang MotoGP. Ia mengakui bahwa proses adaptasinya berjalan lambat sehingga performanya belum maksimal di dua seri awal musim 2026.
Di GP Thailand dan GP Brasil, Toprak menyelesaikan balapan di posisi ke-17 secara berurutan. Mengenai proses adaptasinya, pembalap asal Turki itu menegaskan banyak aspek yang menjadi tantangan.
“Saya sadar perjalanan saya masih panjang. Saat ini saya masih fokus memahami perilaku ban. Dari sisi motor, semuanya sudah lebih baik. Sekarang saya mulai memahami karakter motor MotoGP dengan lebih baik dan mencoba menyesuaikan gaya berkendara saya. Tapi jujur, saya mulai lelah membicarakan motor. Masalah utamanya bukan pada mesin, tapi pada adaptasi dengan ban,” ujar Toprak dalam sesi wawancara.
Toprak juga menambahkan, proses belajar ini terasa menantang karena perubahan yang cepat di setiap musim.
“Kadang saya merasa tahun ini saya mempelajari banyak hal, dari ban sampai suspensi, tapi tahun depan semuanya bisa berbeda lagi. Ini bukan hal yang mudah, apalagi setelah bertahun-tahun tampil di Superbike, di mana saya berhasil dengan sangat baik. Di sini, segalanya terasa lebih kompleks,” lanjutnya.
Dengan kebutuhan untuk mempelajari setiap detail secara bertahap, Toprak dituntut untuk beradaptasi lebih cepat agar bisa bersaing. Jika tidak, peluangnya untuk digantikan oleh pembalap lain di musim mendatang terbuka lebar.






