wartajabar.co.id, Jakarta – Pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin, mulai menemukan kembali rasa percaya dirinya setelah merasa semakin cocok dengan motor RS-GP 26 yang digunakannya pada musim 2026. Sang rider asal Spanyol mengaku kini lebih nyaman menunggangi motor tersebut, bahkan sensasinya mengingatkannya pada musim 2024 saat tampil impresif bersama Pramac Ducati dan berhasil menunjukkan performa terbaiknya.
Musim 2025 memang menjadi periode yang cukup sulit bagi Martin. Cedera yang datang silih berganti membuat performanya terganggu sepanjang musim. Selain itu, ketidakcocokan dengan motor yang ia gunakan saat itu juga membuatnya kesulitan bersaing secara konsisten di papan atas. Situasi tersebut membuatnya gagal mempertahankan gelar juara dunia dengan cara yang cukup mengecewakan.
Namun, memasuki musim 2026, situasi perlahan berubah. Setelah menjalani tiga seri awal bersama tim Aprilia Racing, Martin mulai merasakan peningkatan besar dari sisi kenyamanan dan koneksi dengan motornya. Ia menilai RS-GP 26 kini jauh lebih sesuai dengan karakter balapnya dan memberinya rasa percaya diri untuk kembali tampil kompetitif.
Martin menjelaskan bahwa saat ini ia sudah mulai merasa bahwa Aprilia benar-benar menjadi motornya sendiri. Perasaan itu menurutnya sangat mirip dengan apa yang ia rasakan pada musim 2024, ketika ia tampil sangat kuat bersama Pramac Ducati dan mampu bersaing di level tertinggi MotoGP.
Ia mengungkapkan bahwa untuk mencapai kenyamanan tersebut, dirinya harus melakukan banyak penyesuaian kecil dalam gaya balapnya. RS-GP 26 memiliki karakter yang sangat berbeda dibanding motor sebelumnya, sehingga adaptasi menjadi hal yang wajib dilakukan agar performanya bisa maksimal.
Meski demikian, Martin juga memberikan pujian kepada tim Aprilia yang dinilainya berhasil melakukan banyak peningkatan selama masa jeda musim dingin. Perubahan yang dilakukan tim pabrikan asal Italia itu membuatnya langsung merasa cocok sejak pertama kali mencoba motor di sesi tes pramusim di Thailand.
Menurut Martin, sejak pertama kali mengendarai motor tersebut, semuanya terasa lebih mudah dan alami. Hal itu menjadi sinyal positif bahwa dirinya bisa segera kembali ke performa terbaik setelah masa sulit yang ia alami pada musim sebelumnya.
Walau sudah merasa nyaman, Martin mengaku masih ada beberapa komponen baru yang belum sempat ia gunakan secara maksimal. Ia membutuhkan waktu tambahan untuk benar-benar memahami seluruh potensi motor tersebut dan memastikan setiap detail bisa bekerja sesuai kebutuhannya di lintasan.
Karena itu, sesi tes pascalomba di Jerez menjadi momen yang sangat penting baginya. Ia berharap bisa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mencoba beberapa perangkat tambahan dan melakukan penyempurnaan kecil demi meningkatkan performa secara keseluruhan.
Meski masih ada ruang untuk pengembangan, Martin menegaskan bahwa secara umum ia sudah sangat puas dengan paket motor yang dimilikinya saat ini. Ia bahkan tidak ingin melakukan terlalu banyak perubahan karena fondasi yang ada sudah terasa sangat solid dan menjanjikan.
Dengan kepercayaan diri yang mulai kembali tumbuh serta hubungan yang semakin kuat dengan RS-GP 26, Jorge Martin berpeluang besar untuk kembali menjadi salah satu penantang utama di persaingan MotoGP musim 2026. Jika proses adaptasi ini terus berjalan positif, bukan tidak mungkin ia akan kembali tampil garang seperti saat meraih masa keemasan bersama Pramac Ducati.






