wartajabar.co.id, Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari dunia bulu tangkis internasional. Setelah sebelumnya Tai Tzu Ying dari Taiwan dan Carolina Marín dari Spanyol lebih dulu mengumumkan pensiun, kini giliran pebulu tangkis tunggal putra asal Denmark, Viktor Axelsen, yang resmi mengakhiri karier profesionalnya.
Axelsen yang kini berusia 32 tahun dikenal sebagai salah satu pemain tunggal putra paling dominan dalam satu dekade terakhir. Ia mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih dua medali emas Olimpiade, yakni pada Olimpiade Tokyo 2020 dan Olimpiade Paris 2024. Selain itu, Axelsen juga sukses mengoleksi dua gelar juara dunia pada Kejuaraan Dunia BWF tahun 2017 dan 2022.
Dominasi Axelsen di sektor tunggal putra tidak terlepas dari keunggulan fisik dan gaya bermainnya. Dengan postur tubuh yang tinggi serta kemampuan menyerang dan bertahan yang seimbang, ia mampu mempertahankan posisi sebagai pemain nomor satu dunia dalam periode yang cukup panjang. Keunggulan tersebut menjadikannya sebagai salah satu rival paling sulit bagi para pemain top dunia lainnya.
Namun, perjalanan karier gemilang tersebut akhirnya harus terhenti akibat masalah cedera punggung yang terus menghantui. Cedera tersebut mulai memburuk setelah Axelsen tampil dalam turnamen All England Open BWF World Tour Super 1000 pada Maret tahun lalu. Sejak saat itu, ia harus mengurangi intensitas kompetisi dan fokus menjalani pemulihan.
Selama lebih dari satu tahun terakhir, Axelsen diketahui telah mencoba berbagai metode pengobatan demi kembali ke performa terbaiknya. Ia bahkan menjalani operasi serta menjalani program rehabilitasi intensif dengan harapan bisa kembali berkompetisi di level tertinggi. Sayangnya, upaya tersebut belum membuahkan hasil sesuai harapan.
Setelah mempertimbangkan kondisi kesehatannya, Axelsen akhirnya memutuskan untuk mengakhiri karier internasionalnya. Keputusan tersebut diambil demi menjaga kesehatan jangka panjangnya, meskipun diakuinya sebagai pilihan yang sangat berat.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial pribadinya, Axelsen mengungkapkan bahwa cedera punggung yang berulang membuatnya sulit untuk kembali bersaing secara maksimal. Ia juga mengaku telah berusaha mencoba berbagai metode pengobatan agar bisa kembali ke lapangan.
“Untuk bisa kembali bermain, saya sudah mencoba berbagai cara yang memungkinkan. Namun para ahli menyarankan saya untuk mempertimbangkan kesehatan jangka panjang dibandingkan melanjutkan karier profesional. Menerima kenyataan ini sangat berat, tetapi tubuh saya tidak lagi mampu mendukung untuk terus berkompetisi,” tulis Axelsen.
Keputusan pensiun Axelsen tentu menjadi kehilangan besar bagi dunia bulu tangkis. Selama bertahun-tahun, ia dikenal sebagai salah satu ikon tunggal putra yang membawa warna tersendiri dalam persaingan internasional. Tidak hanya prestasi, sikap profesional dan konsistensinya juga menjadi inspirasi bagi banyak pemain muda.
Dengan berakhirnya karier Viktor Axelsen, dunia bulu tangkis kembali kehilangan salah satu bintang besarnya. Meski demikian, pencapaian luar biasa yang telah ia torehkan akan selalu dikenang sebagai bagian penting dalam sejarah bulu tangkis dunia.






