wartajabar.co.id, Jakarta — Pembalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, mulai mengungkap faktor yang menyebabkan performa Desmosedici GP26 belum optimal pada MotoGP musim ini. Juara dunia MotoGP tersebut menilai persoalan utama terletak pada grip ban belakang yang belum bekerja maksimal dalam berbagai kondisi balapan.
Bagnaia menyampaikan keluhan tersebut setelah merasakan langsung penurunan performa dalam beberapa seri awal musim. Salah satu contoh paling jelas terjadi pada MotoGP Amerika Serikat, di mana ia mengalami penurunan kecepatan signifikan menjelang akhir sprint race akibat kondisi ban belakang yang cepat mengalami degradasi.
Menurut Bagnaia, situasi tersebut membuatnya kesulitan mempertahankan ritme balapan. Meskipun tidak memacu motor secara maksimal, ban belakang motornya tetap mengalami keausan yang cukup parah. Hal ini membuatnya harus berkendara dengan sangat hati-hati untuk menghindari risiko terjatuh.
Ia menjelaskan bahwa pada dua lap terakhir, dirinya benar-benar berada di batas kemampuan motor. Risiko kehilangan kendali meningkat terutama saat menikung ke arah kanan, yang membuatnya tidak bisa menyerang maupun mempertahankan posisi dengan optimal.
Bagnaia juga membandingkan situasi yang ia alami di Amerika Serikat dengan balapan sebelumnya di Thailand dan Goiania. Menurutnya, ketiga balapan tersebut menunjukkan pola masalah yang hampir sama, khususnya saat balapan utama pada hari Minggu.
Pada sprint race, Bagnaia mengaku masih mampu tampil kompetitif, terutama ketika memulai balapan dari barisan depan. Namun, saat memasuki balapan utama, ia merasa kesulitan mempertahankan performa sepanjang lomba. Hal tersebut membuatnya tidak dapat mengendarai motor sesuai gaya balap yang biasanya ia gunakan.
Alih-alih menyerang, Bagnaia mengaku hanya bisa bertahan sepanjang balapan. Bahkan setelah berusaha menjaga kondisi ban, degradasi tetap terjadi secara signifikan. Kondisi tersebut membuatnya kehilangan posisi di lap terakhir setelah disalip oleh Luca Marini dari sisi luar lintasan.
Ia menilai konsumsi ban belakang yang terjadi sangat tidak biasa. Bagnaia menduga bahwa karakter Desmosedici GP26 saat ini terlalu membebani ban belakang ketika memasuki tikungan. Hal itu terjadi karena ban depan cenderung mendorong, sehingga motor tidak bisa mengerem dan berbelok dengan optimal.
Akibatnya, pembalap terpaksa mengandalkan ban belakang untuk membantu proses menikung. Strategi tersebut justru mempercepat keausan ban belakang dan berdampak langsung terhadap performa di akhir balapan.
Masalah ini menjadi perhatian serius bagi Ducati Lenovo Team, mengingat Bagnaia merupakan salah satu kandidat kuat perebutan gelar juara dunia. Jika tidak segera ditemukan solusi, kondisi tersebut berpotensi menghambat konsistensi Bagnaia dalam mengumpulkan poin sepanjang musim.
Tim Ducati sendiri diperkirakan akan terus melakukan evaluasi teknis terhadap Desmosedici GP26, khususnya terkait distribusi beban dan karakter pengereman. Perbaikan pada sektor tersebut diharapkan dapat membantu Bagnaia kembali menemukan performa terbaiknya.
Dengan musim yang masih panjang, Bagnaia tetap optimistis bahwa timnya mampu menemukan solusi. Ia berharap pengembangan motor berikutnya dapat mengurangi masalah grip belakang dan mengembalikan daya saing Desmosedici GP26 di setiap lintasan.






