wartajabar.co.id, Jakarta — Legenda ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan, kini tengah menikmati peran barunya sebagai pelatih dalam ajang beregu paling bergengsi dunia, Piala Thomas 2026. Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung pada akhir bulan ini di Horsens, Denmark.
Sebagai mantan pemain dengan segudang prestasi, kemampuan Hendra Setiawan di lapangan sudah tidak diragukan lagi. Namun, tantangan berbeda kini harus dihadapinya saat mengemban tugas sebagai pelatih tim Merah Putih. Perannya tidak lagi hanya fokus pada performa pribadi, tetapi juga menentukan strategi terbaik bagi seluruh pemain yang akan bertanding.
Hendra mengakui bahwa menjadi pelatih justru terasa lebih sulit dibandingkan saat dirinya masih aktif sebagai pemain. Menurutnya, tanggung jawab pelatih lebih kompleks karena harus mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari kondisi atlet hingga kekuatan lawan.
Ia menjelaskan bahwa dirinya telah berdiskusi dengan Antonius Budi Ariantho untuk menyusun strategi pertandingan, termasuk menentukan komposisi pemain yang akan diturunkan pada setiap laga. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri karena keputusan yang diambil akan berdampak pada hasil keseluruhan tim.
Saat masih menjadi pemain, Hendra hanya perlu mempersiapkan diri untuk tampil maksimal ketika dipercaya turun bertanding. Namun sebagai pelatih, ia harus memikirkan berbagai kemungkinan dan membaca situasi secara lebih luas. Menurutnya, aspek inilah yang membuat peran pelatih terasa lebih menantang.
Meski demikian, pengalaman panjang yang dimiliki Hendra Setiawan di dunia bulu tangkis menjadi modal penting untuk membimbing para pemain Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya semangat juang yang tinggi, terutama dalam pertandingan beregu yang menuntut kekompakan dan saling mendukung antar pemain.
Hendra mengingatkan bahwa hasil yang diraih setiap pemain akan berpengaruh terhadap performa tim secara keseluruhan. Oleh karena itu, ia berharap seluruh pemain dapat menjaga fokus dan memberikan kemampuan terbaik mereka di setiap pertandingan.
Fajar Alfian Ditunjuk sebagai Kapten Tim
Sementara itu, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) telah menunjuk Fajar Alfian sebagai kapten tim Indonesia pada ajang Piala Thomas 2026. Penunjukan tersebut didasarkan pada pengalaman serta kepemimpinan Fajar yang diharapkan mampu menjaga kekompakan tim.
Fajar Alfian memiliki pengalaman yang cukup dalam berbagai ajang beregu internasional. Kehadirannya sebagai kapten diharapkan dapat menjadi jembatan antara pemain senior dan junior, sehingga tim Indonesia dapat tampil lebih solid sepanjang turnamen.
Selain itu, Indonesia juga memiliki target besar untuk kembali membawa pulang trofi Piala Thomas yang terakhir kali diraih pada tahun 2020. Dengan kombinasi pemain berpengalaman dan atlet muda, peluang tersebut dinilai tetap terbuka meskipun persaingan akan berlangsung ketat.
Persaingan Ketat di Fase Grup
Fajar Alfian menilai bahwa perjalanan Indonesia di fase grup tidak akan mudah. Ia menyebutkan bahwa tim Prancis dan Thailand menjadi lawan kuat yang harus diwaspadai sejak awal turnamen.
Tim Prancis sedang dalam performa terbaik setelah berhasil meraih medali emas dalam Kejuaraan Beregu Eropa 2026. Mereka memiliki pemain tunggal berkualitas serta pasangan ganda yang solid. Christo Popov dan Toma Junior Popov menjadi kekuatan utama yang berpotensi memberikan ancaman serius bagi tim Indonesia.
Selain itu, Thailand juga menjadi lawan yang tidak bisa dianggap remeh. Tim Negeri Gajah Putih tersebut memiliki pemain tunggal kelas dunia, Kunlavut Vitidsarn, yang saat ini berada di peringkat atas dunia dan memiliki pengalaman besar di berbagai turnamen internasional.
Fajar menegaskan bahwa tidak ada pertandingan yang mudah di fase grup. Ia menekankan pentingnya kesiapan sejak pertandingan pertama agar tim Indonesia bisa menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.
Menurutnya, seluruh pemain harus mampu beradaptasi dengan cepat serta menjaga semangat juang sejak awal turnamen. Dengan persiapan matang, Indonesia diharapkan mampu menghadapi tekanan dari lawan-lawan kuat tersebut.
Kombinasi Senior dan Junior Jadi Kekuatan
Fajar Alfian juga menyoroti komposisi tim Indonesia yang menggabungkan pemain senior dan atlet muda. Ia menilai kombinasi tersebut dapat menjadi kekuatan tambahan bagi tim Merah Putih.
Menariknya, Fajar mengaku kini menjadi salah satu pemain paling senior dalam tim. Ia mengingat kembali ketika pada edisi 2018 dirinya masih menjadi pemain muda, namun kini posisinya berubah menjadi pemain yang lebih berpengalaman.
Menurut Fajar, kehadiran pemain senior dapat memberikan ketenangan serta pengalaman bertanding, sementara pemain muda membawa energi dan semangat baru. Perpaduan tersebut diharapkan mampu menciptakan kekompakan yang lebih kuat di dalam tim.
Ia pun berharap seluruh anggota tim dapat saling mendukung dan menjaga kebersamaan selama turnamen berlangsung. Dengan semangat kolektif, Indonesia memiliki peluang besar untuk kembali meraih prestasi di ajang Piala Thomas 2026.
Dengan peran baru Hendra Setiawan sebagai pelatih dan kepemimpinan Fajar Alfian sebagai kapten, tim Indonesia optimistis dapat memberikan performa terbaik. Tantangan besar memang menanti, tetapi pengalaman dan semangat juang diharapkan menjadi kunci kesuksesan tim Merah Putih di Horsens, Denmark.






