wartajabar.co.id, Jakarta – Komisioner WNBA, Cathy Engelbert, mengungkapkan ambisi besar liga untuk menggelar pertandingan internasional pertama di luar kawasan Amerika Utara pada tahun 2027. Rencana tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang WNBA dalam memperluas jangkauan global dan meningkatkan popularitas liga di berbagai belahan dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan Engelbert menjelang pelaksanaan Draft WNBA 2026 yang berlangsung di New York, di tengah dinamika periode free agency yang tengah berlangsung dan menghadirkan sejumlah perkembangan penting bagi liga.
Menurut Engelbert, WNBA saat ini sedang mempelajari berbagai opsi untuk menggelar pertandingan di luar Amerika Utara. Pertandingan tersebut dapat berbentuk laga ekshibisi maupun pertandingan musim reguler, tergantung kesiapan logistik serta peluang kerja sama dengan pihak internasional.
Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi ekspansi global yang sedang dipersiapkan secara bertahap. Momentum internasional seperti Piala Dunia FIBA juga menjadi pertimbangan penting dalam perencanaan agenda tersebut.
“Kami benar-benar mempertimbangkan peluang ini dengan serius. Tahun ini ada Piala Dunia FIBA, dan tahun depan kami berharap bisa mulai melakukan aktivitas di luar Amerika Utara sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan global,” ujar Engelbert.
Rencana pertandingan internasional tersebut semakin mempertegas komitmen WNBA dalam memperluas pasar global. Dalam beberapa tahun terakhir, liga memang menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan, baik dari sisi popularitas maupun ekspansi tim.
Pada musim 2026, WNBA telah memperluas jangkauan geografisnya dengan menghadirkan tim baru di Toronto. Kehadiran franchise tersebut menjadi tonggak penting karena merupakan tim pertama liga yang berbasis di luar Amerika Serikat, sekaligus menandai langkah awal ekspansi internasional yang lebih luas.
Selain fokus pada ekspansi global, Engelbert juga menyoroti perkembangan positif dalam aspek finansial liga. Ia mengungkapkan bahwa periode free agency musim ini mencatat pencapaian bersejarah dengan munculnya banyak kontrak bernilai jutaan dolar.
Menurutnya, dalam dua hari pertama free agency saja terdapat 23 kontrak dengan nilai jutaan dolar yang disepakati. Peningkatan nilai kontrak ini dianggap sebagai indikator pertumbuhan ekonomi liga serta meningkatnya penghargaan terhadap kontribusi para pemain.
Engelbert mengaku terharu melihat perkembangan tersebut karena memberikan peluang lebih besar bagi pemain untuk meningkatkan kesejahteraan mereka dalam jangka panjang.
“Saya merasa sangat emosional melihat 23 kontrak bernilai jutaan dolar hanya dalam dua hari pertama free agency. Ini menjadi langkah besar bagi para pemain untuk membangun masa depan finansial yang lebih baik,” ungkapnya.
Sementara itu, ketika ditanya mengenai masa depannya sebagai komisioner WNBA, Engelbert memilih untuk tidak memberikan komentar secara rinci. Ia menegaskan bahwa perhatian seharusnya difokuskan pada perkembangan liga secara keseluruhan serta kontribusi berbagai pihak yang terlibat.
Di sisi lain, WNBA juga tengah menyelesaikan perjanjian kerja bersama atau Collective Bargaining Agreement (CBA) yang baru. Dokumen tersebut diperkirakan memiliki panjang antara 400 hingga 500 halaman dan mencakup sejumlah perubahan penting.
Beberapa poin utama dalam perjanjian baru tersebut meliputi peningkatan gaji pemain, penyediaan fasilitas tempat tinggal yang lebih baik, peningkatan kontribusi dana pensiun, serta kompensasi tambahan bagi mantan pemain. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan seluruh pihak yang terlibat dalam liga.
Tidak hanya itu, WNBA juga membentuk satuan tugas khusus untuk mengevaluasi kualitas permainan. Tim ini akan meninjau berbagai aspek kompetisi, termasuk standar perwasitan dan tingkat kontak fisik selama pertandingan.
Engelbert mengindikasikan bahwa kemungkinan akan ada penyesuaian terhadap aturan terkait kontak fisik pada musim mendatang. Tujuannya adalah menjaga keseimbangan antara intensitas permainan dan keselamatan pemain.
Sementara itu, proses penjualan klub Connecticut Sun kepada pemilik Houston Rockets, Tilman Fertitta, masih dalam tahap evaluasi. Kesepakatan tersebut saat ini menunggu persetujuan dari Dewan Gubernur WNBA sebelum dapat difinalisasi.
Apabila proses tersebut disetujui, kemungkinan relokasi tim juga akan menjadi salah satu topik pembahasan lanjutan. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan resmi terkait masa depan franchise tersebut.
Dengan berbagai agenda penting yang tengah berjalan, WNBA terus bergerak cepat mempersiapkan musim baru. Kamp pelatihan dijadwalkan dimulai dalam waktu dekat, sementara musim reguler WNBA 2026 akan resmi dimulai pada 8 Mei mendatang.
Rencana pertandingan internasional pada 2027 menjadi sinyal kuat bahwa WNBA memiliki ambisi besar untuk berkembang menjadi liga bola basket wanita berskala global. Jika rencana ini terealisasi, WNBA berpotensi menjangkau lebih banyak penggemar baru serta memperkuat posisinya sebagai kompetisi basket wanita terkemuka di dunia.






