wartajabar.co.id, Jakarta – Berita terbaru dari ajang MotoGP mengungkap keputusan mengejutkan dari pembalap utama Fabio Quartararo yang memilih untuk mengurangi keterlibatannya dalam proses pengembangan motor Yamaha. Keputusan ini muncul di tengah meningkatnya ketidakpuasan terhadap proyek mesin V4 yang sedang dikembangkan pabrikan asal Jepang tersebut.
Yamaha sebelumnya dikenal setia menggunakan konfigurasi mesin inline-four dalam waktu yang lama. Namun, demi meningkatkan daya saing, manajemen akhirnya memutuskan untuk beralih ke mesin V4. Meski demikian, langkah tersebut masih menuai keraguan, terutama karena performa tim belum menunjukkan tanda-tanda peningkatan yang signifikan.
Di sisi lain, Quartararo yang dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk bergabung dengan Honda pada era MotoGP 850cc musim depan, memang tidak akan dilibatkan dalam pengembangan motor generasi baru Yamaha. Menariknya, pembalap asal Prancis itu juga memilih untuk tidak terlalu aktif dalam pengembangan Yamaha M1 saat ini. Keputusan tersebut bukan disebabkan oleh pembatasan kontrak, melainkan murni pilihan pribadinya.
Saat dimintai penjelasan mengenai situasi tersebut, Quartararo menegaskan bahwa sikapnya merupakan hal yang wajar. Ia merasa telah memberikan masukan yang cukup kepada tim dan tidak ingin terus mengulang hal yang sama.
“Ini hal yang normal. Saat ini saya mencoba sedikit menjauh dari proses pengembangan karena saya merasa sudah menyampaikan apa yang dibutuhkan dan apa yang harus dilakukan. Saya tidak ingin terus mengulanginya setiap waktu. Mereka sudah mengetahui apa yang saya sampaikan, begitu juga dengan masukan dari pembalap lain,” jelas Quartararo.
Keputusan Quartararo ini juga berkaitan dengan kritik tajam yang ia lontarkan pada akhir pekan GP Amerika Serikat. Saat itu, ia secara terbuka menyatakan bahwa Yamaha belum menemukan solusi untuk keluar dari periode sulit yang mereka alami. Pernyataan tersebut mencerminkan rasa frustrasi yang semakin meningkat setelah tim mengalami penurunan performa cukup panjang di MotoGP.
Saat ini Yamaha tengah mengembangkan versi terbaru dari motor M1, termasuk pembaruan pada sektor mesin. Namun, hingga kini belum ada kepastian kapan paket pembaruan tersebut akan diperkenalkan secara resmi ke lintasan balap.
Performa Yamaha di awal musim juga menjadi perhatian serius. Dari tiga seri pembuka, tim hanya mampu mengoleksi sembilan poin, hasil yang jauh dari harapan. Situasi ini membuat Quartararo menilai bahwa perubahan besar harus segera dilakukan jika Yamaha ingin kembali bersaing di papan atas.
“Saya belum benar-benar mendapatkan informasi mengenai perkembangan terbaru yang akan datang. Tapi yang pasti, sesuatu yang besar harus terjadi agar kami bisa bangkit,” ungkapnya.
Dengan kondisi yang masih belum menentu, masa depan Yamaha di MotoGP kini menjadi sorotan. Apalagi dengan kemungkinan kepergian Quartararo pada musim mendatang, tekanan bagi Yamaha untuk segera menemukan solusi semakin besar.






